Jumat, 18 April 2014

Potensi Pemuda Pemudi Untuk Berwira Usaha

Potensi Pemuda dan Pemudi  untuk berwirausaha tak dikembangkan karena banyak factor. Salah satunya karena kurangnya modal dan jaringan. Selain itu, pengenalan wira usaha yang keliru juga membuat tidak bersemangatnya kalangan pemuda untuk berwirausaha.
Pemuda dan Pemudi  harus bisa menjadi garda depan pembangunan daerah. Saat ini persoalan Negara yang cukup serius salah satunya adalah kemiskinan dan pengangguran."Saya mengutip kata Nurcholis Madjid, tanpa kesejahteraan mustahil ada persatuan. Artinya ketika ketika ingin memajukan daerah, masyarakat harus bersatu, untuk bersatu perlu sejahtera. Oleh karenanya Pemuda dan Pemudi  perlu bahkan wajib berwirausaha agar selain mensejahterakan diri sendiri juga mampu menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat.
Kelemahan -Kelemahan Pemuda Pemudi kita dalam memulai atau menjalankan berwira usaha :
  1. Tak berani ambil resiko
  2. Tidak fokus dan bekerja setengah-setengah.
  3. Kurangnya Pendalaman atau Ilmu dan Pengetahuan serta pengalaman tentang usaha yang di jalankan.
  4. Kurangnya dukungan dari Pemerintah dan Bank Pemberi modal dalam memberikan kemudahan pinjaman modal bagi Pemuda Pemudi dalam berwira usaha baik yang baru memulai usaha ataupun yang  sudah menjalankan usaha tetapi kekurangan modal.
  5. Kurangnya Pelatihan -Pelatihan yang diadakan Pemerintah untuk Pemuda -Pemudi tentang berwira usaha. 
  6. Kurangnya Pemahaman dan Kedisiplinan dalam Pembukuan.
  7. Tidak menguasai dan lemah dalam Marketing ( Pemasaran ) dan Promosi. 
 

Pemerintah Kucurkan Modal Pengusaha Pemula dan Pemuda Pemudi

Pemerintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada tahun 2014 telah mengalokasikan modal usaha bagi wirausaha pemula sebesar Rp 54 miliar atau sebesar Rp 5 – 25 juta setiap orang. Modal usaha ini bersifat hibah. Penerima tidak diharuskan untuk mengembalikan, tapi harus memiliki tanggung jawab moral dalam mengelola dana tersebut. Selain itu, wirausahawan yang telah berhasil juga harus membantu masyarakat sekitar untuk menjadi wirausahawan  .Meskipun ada dukungan dari pemerintah, Pemuda jangan hanya bergantung dari bantuan pemerintah.  Pemerintah sebatas mendukung Pemuda Pemudi menyiapkan semangat pantang menyerah,  karena wirausahawan itu mesti kuat, tegar, dan tidak takut gagal.
Modal wirausaha untuk kaum muda dari pemerintah pusat akan dikucurkan usai pemilihan umum, tepatnya bulan Oktober 2014. Bantuan untuk kaum muda senilai Rp 25 juta setiap rintisan usaha itu, sengaja diberikan untuk memotivasi semangat berwira usaha kaum muda.( Maskun Waka IPP PWKT Batam )

Sumber :http://www.tempo.co/read/news/2014/03/25/089565338/Modal-Wirausaha-Kaum-Muda-Dikucurkan-Usai-Pemilu

Minggu, 13 April 2014

RELIEF CANDI SUKUH KARANGANYAR YANG UNIK

 OLEH RICHADIANA KARTAKUSUMA (Arkeolog Nasional)

Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07o37, 38’ 85’’ Lintang Selatan dan 111o07,. 52’65’’ Bujur Barat.
Candi ini terletak di dukuh Berjo, desa Sukuh, kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah. Berjarak kurang lebih 20 kilometer dari kota Karanganyar dan 36 kilometer dari Surakarta.
ini digolongkan kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena banyaknya obyek-obyek lingga dan yoni yang melambangkan seksualitas.




CANDI yang terletak di Desa Mberjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu sering disebut “The Last Temple” karena selepas runtuhnya Majapahit pada abad XV tidak ditemui pembangunan candi lagi.
Candi Sukuh menjadi saksi terakhir Kejayaan Hindu di Jawa. Candi di Jawa Tengah umumnya menghadap ke Timur. terkecuali candi Sukuh.
Candi yang satu ini seperti halnya kebanyakan candi yang ada di Jawa Timur yakni menghadap Barat. Jadi untuk memasuki candi Sukuh, orang menuju ke arah Timur, tempat Matahari terbit. Padahal Matahari dipuja sejak jaman prehistori.
Dengan begitu ada pengaruh asli dalam pembuatan candi Sukuh, berbeda dengan candi lainnya di Jawa Tengah yang banyak dipengaruhi India.

Sekilas Tentang Candi Sukuh – Candi Sukuh dibangun dalam tiga susunan trap (teras), dimana semakin kebelakang semakin tinggi. Pada teras pertama terdapat gapura utama. Pada gapura ini ada sebuah candrasangkala dalam bahasa Jawa yang berbunyi gapura buta abara wong. Artinya dalam bahasa Indonesia adalah “Gapura sang raksasa memangsa manusia”. Kata-kata ini memiliki makna 9, 5, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1359 Saka atau tahun 1437 Masehi.
Di lantai dasar dari gapura ini terdapat relief yang menggambarkan phallus berhadapan dengan vagina. Relief ini mengandung makna yang mendalam. Relief ini mirip lingga-yoni dalam agama Hindu yang melambangkan Dewa Syiwa dengan istrinya (Parwati). Lingga-yoni merupakan lambang kesuburan.
Relief tersebut sengaja dipahat di lantai pintu masuk dengan maksud agar siapa saja yang melangkahi relief tersebut segala kotoran yang melekat di badan menjadi sirna sebab sudah terkena “suwuk”.
Pada teras kedua juga terdapat gapura dan terdapat patung penjaga pintu atau dwarapala dalam keadaan rusak dan sudah tidak jelas bentuknya lagi.
Pada gapura terdapat candrasangkala yang berbunyi gajah wiku anahut buntut. Artinya “Gajah pendeta menggigit ekor”. Kata-kata ini memiliki makna 8, 7, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1378 Saka atau tahun 1456 Masehi. Jadi jika bilangan ini benar, maka ada selisih hampir duapuluh tahun dengan gapura di teras pertama !
Pada teras ketiga ini terdapat pelataran besar dengan candi induk dan beberapa relief di sebelah kiri serta patung-patung di sebelah kanan.
Tepat di atas candi utama di bagian tengah terdapat sebuah bujur sangkar kelihatannya merupakan tempat menaruh sesajian. Di sini terdapat bekas-bekas kemenyan, dupa dan hio yang dibakar, sehingga terlihat masing sering dipergunakan untuk bersembahyang.
Di sebelah selatan jalan batu, di pada pelataran terdapat fragmen batu yang melukiskan cerita Sudamala. Sudamala adalah salah satu 5 ksatria Pandawa atau yang dikenal dengan Sadewa.
Disebut Sudamala, sebab Sadewa telah berhasil “ngruwat” Bathari Durga yang mendapat kutukan dari Batara Guru karena perselingkuhannya. Sadewa berhasil “ngruwat” Bethari Durga yang semula adalah raksasa betina bernama Durga atau sang Hyang Pramoni kembali ke wajahnya yang semula yakni seorang bidadari dikayangan dengan nama bethari Uma Sudamala maknanya ialah yang telah berhasil membebaskan kutukan atau yang telah berhasil “ngruwat”.
Cerita Sudamala diambil dari Kidung Sudamala.Pada lokasi ini terdapat dua buah patung Garuda yang merupakan bagian dari cerita pencarian Tirta Amerta yang terdapat dalam kitab Adiparwa, kitab pertama Mahabharata.
Namun anehnya, patung Garuda ini memiliki tangan dan kaki, sehingga ada yang bilang mirip alien.. Pada bagian ekor sang Garuda terdapat sebuah prasasti yang dikenal dengan prasasti sukuh. Tulisan pada prasasti adalah sebagai berikut :
Prasasti Sukuh
Lawase rajeg wsi du
K penerep kepeleg
Ne wong medang
Ma karubuh alabuh geni ha
Rebut bumi kacaritane
Babajag mara mari setra
Hanang ta bango
1363
Kata Rajegwesi dimungkinkan sama dengan Pagerwesi yaitu suatu nama daerah di Mojokerto. Karena kata ”Rajeg” sama artinya dengan kata “pager”. Medang juga adalah nama tempat. Kata “babajang” berarti “anak bajang” yaitu anak yang sejak kecil rambutnya belum pernah dicukur dan harus diruwat. Kata “setra” berarti tanah lapang atau tempat upacara/tempat ruwatan. Kata “bango” berarti “burung pemakan bangkai/daging”, bisa juga berrti burung garuda. Jadi kalimat “alabuh geni” bisa diartikan “berjuang (merebut daerah)”.
Dengan begitu prasati tersebut bercerita tentang seorang (penguasa rajeg wesi) yang berusaha merebut kembali daerahnya yang dikuasai musuh (penguasa medang) denagan cara mencari kekuatan spiritual dengan membangun candi sukuh yang memuat cerita ruatan. (Hengki H. Dkk 2000 : 62-63)
Kemudian sebagai bagian dari kisah pencarian Tirta Amerta (air kehidupan) di bagian ini terdapat pula tiga patung kura-kura yang melambangkan bumi dan penjelmaan Dewa Wisnu.
Bentuk kura-kura ini menyerupai meja dan ada kemungkinan memang didesain sebagai tempat menaruh sesajian. Sebuah piramida puncaknya terpotong melambangkan Gunung Mandaragiri yang diambil puncaknya untuk mengaduk-aduk lautan mencari Tirta Amerta.
Bangunan Utama Candi Sukuh – Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang terletak di Secara administrasi masuk wilayah kelurahan Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni.
Candi ini digolongkan kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena banyaknya obyek-obyek lingga dan yoni yang melambangkan seksualitas. Candi Sukuh telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.
Sejarah singkat penemuan – Situs candi Sukuh
dilaporkan pertama kali pada masa pemerintahan Britania Raya di tanah Jawa pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta. Johnson kala itu ditugasi oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data guna menulis bukunya The History of Java. Setelah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, Van der Vlis, arkeolog Belanda, melakukan penelitian. Pemugaran pertama dimulai pada tahun 1928.
Lokasi candi – Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07o37, 38’ 85’’ Lintang Selatan dan 111o07,. 52’65’’ Bujur Barat. Candi ini terletak di Dukuh Berjo, Desa Sukuh, kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini berjarak kurang lebih 20 kilometer dari kota Karanganyar dan 36 kilometer dari Surakarta.
Struktur bangunan dan denah Candi Sukuh – Bangunan candi Sukuh memberikan kesan kesederhanaan yang mencolok pada para pengunjung.
Kesan yang didapatkan dari candi ini sungguh berbeda dengan yang didapatkan dari candi-candi besar di Jawa Tengah lainnya yaitu Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk piramida di Mesir.
Kesan kesederhanaan menarik perhatian arkeolog termashyur Belanda, W.F. Stutterheim, pada tahun 1930. Ia mencoba menjelaskannya dengan memberikan tiga argumen.
Pertama, kemungkinan pemahat Candi Sukuh bukan seorang tukang batu melainkan tukang kayu dari desa dan bukan dari kalangan keraton. Kedua candi dibuat dengan agak tergesa-gesa sehingga kurang rapi. Ketiga, keadaan politik kala itu dengan menjelang keruntuhannya Majapahit, sehingga tidak memungkinkan untuk membuat candi yang besar dan megah.
Para pengunjung yang memasuki pintu utama lalu memasuki gapura terbesar akan melihat bentuk arsitektur khas bahwa ini tidak disusun tegak lurus namun agak miring, berbentuk trapesium dengan atap di atasnya.Batu-batuan di candi ini berwarna agak kemerahan, sebab batu-batu yang dipakai adalah jenis andesit.
Teras pertama candi – Gapura utama candi Sukuh – Pada teras pertama terdapat gapura utama. Pada gapura ini ada sebuah sangkala dalam bahasa Jawa yang berbunyi gapura buta abara wong. Artinya dalam bahasa Indonesia adalah “Gapura sang raksasa memangsa manusia”. Kata-kata ini memiliki makna 9, 5, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1359 Saka atau tahun 1437 Masehi.
Teras kedua candi – Gapura pada teras kedua sudah rusak. Di kanan dan kiri gapura yang biasanya terdapat patung penjaga pintu atau dwarapala, didapati pula, namun dalam keadaan rusak dan sudah tidak jelas bentuknya lagi.
Gapura sudah tidak beratap dan pada teras ini tidak dijumpai banyak patung-patung. Namun pada gapura ini terdapat sebuah candrasangkala pula dalam bahasa Jawa yang berbunyi gajah wiku anahut buntut. Artinya dalam bahasa Indonesia adalah “Gajah pendeta menggigit ekor”. Kata-kata ini memiliki makna 8, 7, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1378 Saka atau tahun 1456 Masehi. Jadi jika bilangan ini benar, maka ada selisih hampir duapuluh tahun dengan gapura di teras pertama!
Teras ketiga candi= Pada teras ketiga ini terdapat pelataran besar dengan candi induk dan beberapa relief di sebelah kiri serta patung-patung di sebelah kanan. Jika para pengunjung ingin mendatangi candi induk yang suci ini, maka batuan berundak yang relatif lebih tinggi daripada batu berundak sebelumnya harus dilalui. Selain itu lorongnya juga sempit.
Konon arsitektur ini sengaja dibuat demikian. Sebab candi induk yang mirip dengan bentuk vagina ini, menurut beberapa pakar memang dibuat untuk mengetes keperawanan para gadis.
Menurut cerita, jika seorang gadis yang masih perawan mendakinya, maka selaput daranya akan robek dan berdarah. Namun apabila ia tidak perawan lagi, maka ketika melangkahi batu undak ini, kain yang dipakainya akan robek dan terlepas.
Tepat di atas candi utama di bagian tengah terdapat sebuah bujur sangkar yang kelihatannya merupakan tempat menaruh sesajian.
Di sini terdapat bekas-bekas kemenyan, dupa dan hio yang dibakar, sehingga terlihat masing sering dipergunakan untuk bersembahyang.
Kemudian pada bagian kiri candi induk terdapat serangkaian relief-relief yang merupakan mitologi utama Candi Sukuh dan telah diidentifikasi sebagai relief cerita Kidung Sudamala. Urutan reliefnya adalah sebagai berikut.
Relief pertama – Di bagian kiri dilukiskan sang Sahadewa atau Sadewa, saudara kembar Nakula dan merupakan yang termuda dari para Pandawa Lima. Kedua-duanya adalah putra Prabu Pandu dari Dewi Madrim, istrinya yang kedua. Madrim meninggal dunia ketika Nakula dan Sadewa masih kecil dan keduanya diasuh oleh Dewi Kunti, istri utama Pandu.
Dewi Kunti lalu mengasuh mereka bersama ketiga anaknya dari Pandu: Yudhistira, Bima dan Arjuna. Relief ini menggambarkan Sadewa yang sedang berjongkok dan diikuti oleh seorang punakawan atau pengiring. Berhadapan dengan Sadewa terlihatlah seorang tokoh wanita yaitu Dewi Durga yang juga disertai seorang punakawan.
Relief kedua – Relief kedua – Pada relief kedua ini dipahat gambar Dewi Durga yang telah berubah menjadi seorang raksasi (raksasa wanita) yang berwajah mengerikan. Dua orang raksasa mengerikan; Kalantaka dan Kalañjaya menyertai Batari Durga yang sedang murka dan mengancam akan membunuh Sadewa.
Kalantaka dan Kalañjaya adalah jelmaan bidadara yang dikutuk karena tidak menghormati Dewa sehingga harus terlahir sebagai raksasa berwajah buruk. Sadewa terikat pada sebuah pohon dan diancam dibunuh dengan pedang karena tidak mau membebaskan Durga.
Di belakangnya terlihat antara lain ada Semar. Terlihat wujud hantu yang melayang-layang dan di atas pohon sebelah kanan ada dua ekor burung hantu. Lukisan mengerikan ini kelihatannya ini merupakan lukisan di hutan Setra Gandamayu (Gandamayit) tempat pembuangan para dewa yang diusir dari sorga karena pelanggaran.
Relief ketiga – Pada bagian ini digambarkan bagaimana Sadewa bersama punakawannya, Semar berhadapan dengan pertapa buta bernama Tambrapetra dan putrinya Ni Padapa di pertapaan Prangalas. Sadewa menyembuhkannya dari kebutaannya.
Relief keempat = Adegan di sebuah taman indah di mana sang Sadewa bercengkerama dengan Tambrapetra dan putrinya Ni Padapa serta seorang punakawan di pertapaan Prangalas. Tambrapetra berterima kasih dan memberikan putrinya kepada Sadewa untuk dinikahinya.
Relief kelima – Lukisan ini merupakan adegan adu kekuatan antara Bima dan kedua raksasa Kalantaka dan Kalañjaya. Bima dengan kekuatannya yang luar biasa sedang mengangkat kedua raksasa tersebut untuk dibunuh dengan kuku pañcanakanya.
Patung-patung sang Garuda – Prasasti sukuh- Lalu pada bagian kanan terdapat dua buah patung Garuda yang merupakan bagian dari cerita pencarian tirta amerta (air kehidupan) yang terdapat dalam kitab Adiparwa, kitab pertama Mahabharata. Pada bagian ekor sang Garuda terdapat sebuah prasasti.
Kemudian sebagai bagian dari kisah pencarian amerta tersebut di bagian ini terdapat pula tiga patung kura-kura yang melambangkan bumi dan penjelmaan Dewa Wisnu. Bentuk kura-kura ini menyerupai meja dan ada kemungkinan memang didesain sebagai tempat menaruh sesajian.
Sebuah piramida yang puncaknya terpotong melambangkan Gunung Mandaragiri yang diambil puncaknya untuk mengaduk-aduk lautan mencari tirta amerta.
Beberapa bangunan dan patung lainnya = Selain candi utama dan patung-patung kura-kura, garuda serta relief-relief, masih ditemukan pula beberapa patung hewan berbentuk celeng (babi hutan) dan gajah berpelana. Pada zaman dahulu para ksatria dan kaum bangsawan berwahana gajah.
Lalu ada pula bangunan berelief tapal kuda dengan dua sosok manusia di dalamnya, di sebelah kira dan kanan yang berhadapan satu sama lain. Ada yang berpendapat bahwa relief ini melambangkan rahim seorang wanita dan sosok sebelah kiri melambangkan kejahatan dan sosok sebelah kanan melambangkan kebajikan. Namun hal ini belum begitu jelas.
Kemudian ada sebuah bangunan kecil di depan candi utama yang disebut candi pewara. Di bagian tengahnya, bangunan ini berlubang dan terdapat patung kecil tanpa kepala. Patung ini oleh beberapa kalangan masih dikeramatkan sebab seringkali diberi sesajian.
Referensi
•Prof. Dr. R.M. Ng. Poerbatjaraka, 1952, Kapustakan Djawi. Djakarta: Djambatan.
•Suwarno Asmadi (Pemandu Wisata) dan Haryono Soemadi, 2004, Candi Sukuh. Antara Situs Pemujaan dan Pendidikan Seks. Surakarta: C.V. Massa Baru.
• P.J. Zoetmulder, 1983, Kalangwan. Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: Djambatan

Jumat, 11 April 2014

Sekretariat dan Kepengurusan Ikatan Pemuda Pemudi Karanganyar Batam / IPP PWKT Kota Batam Periode 2013-2015 ( Periode I )


SEKRETARIAT    :

Perum Pondok Graha Blok I No. 1Tanjung Piayu Pulau Batam Telp 085761005462



Dewan Penasehat     : 

Penasehat PWKT
Kamituo / Ketua PWKT Kota Batam
Pengurus PWKT


Dewan Pembina : Belum ada
Dewan Pendiri IPP PWKT BATAM :

KUNSRIHARTO

YUNI PURWANTO


M.ARIYANTO

WAHYU PURNOMO


IRIYANTO


FEBRI FERDIAN


AGUS SALIM


SUPARJO

SUPRIHANTO


LESTARI YANTO

KEPENGURUSAN MASA BAKTI PERIODE 2013 -2015 ( Masa Kepengurusan I )

Ketua Umum IPP PWKT Batam :
Agus Salim ,Amd ( 085761005462 )

Wakil Ketua  IPP PWKT Batam    : 
Kun Sri Harto ,SE ( 081270238010 )

Humas ,Publikasi dan Bantuan Hukum : 
1.Yuni Purwanto ( 081536001519 )
2.Fakrudin Anwar,SE
Sekretaris I                                     : 
Ari Kustianto,ST (081372747357 )

Sekretaris II                                   : 
Suprih Anto

Bendahara I                      :
Kun Sri Hartati,Spd ( 081536007000 )
Bendahara II                       :


Ketua Sektor Batuaji Sagulung
Mahardika ( 085728990266 )

Ketua Sektor Piayu Mukakuning 
Tri Harjono ( 085765049185 )

Ketua Sektor Batam Center Nongsa
Aris Munandar ( 081990999370 )

Ketua Sektor Batuampar Bengkong Nagoya 
Suparjo ( 0819670677 )

Ketua Sektor Sekupang Tiban Sungai Harapan

Ketua Bidang Seni & Budaya
1.Iriyanto,AMd ( 085736173209 )
2.Henca

Ketua Bidang Keagamaan :
Suprapto ( 085272941525 )

 Ketua Bidang Keamanan :
1.Febri Febrianto
2.Murwoto Ariyanto

Ketua Bidang Olah Raga :
1.Wahyu Purnomo ( 087791113905 )
2.Joko Hardiyanto

Ketua Bidang Perlengkapan & Transportasi:
1.Aris Setyo Nugroho ( 081364444473 )
2.Lestariyanto.

Tujuan didirikan IPP PWKT Batam

Tujuan didirikan IPP PWKT Batam  antara lain adalah sbb :
  1. Khususnya meningkatkan hubungan silaturahmi antar Pemuda- Pemudi Warga Karanganyar Tenteram Batam dan Warga Karanganyar Domisili Kota Batam Secara umum.
  2. Menaungi Pemuda -Pemudi Warga Karanganyar Tenteram yang berdomisili di Batam 
  3. Ikut serta berperan aktif  membangun ,menjaga  dan melestarikan kota Batam.
  4. Meningkatkan hubungan silaturahmi antara Pemuda Pemudi Warga Karanganyar Domisili di Batam dengan Pemuda -Pemudi daerah lainnya dan   Warga dari daerah lain pada umumnya demi terciptanya kerukunan, perdamaian, serta persatuan dan kesatuan dalam Wadah NKRI.
  5. Meningkatkan kehidupan sosial kemasyarakatan Pemuda-Pemudi Warga Karanganyar Tenteram domisili dikota Batam untuk lebih untuk lebih berperan dalam meningkatkan hubungan sosial kemasyarakatan dengan Warga Batam lainnya.
  6. Meningkatkan kesejahteraan Pemuda -Pemudi Warga Karanganyar Tenteram Batam  melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. 
  7. Meningkatkan kesehatan Jasmani dan Rohani Pemuda -Pemudi Warga Karanganyar Tenteram Domisili Kota Batam.
  8. Turut serta menjadi Duta Wisata dan Duta Budaya terhadap wisata dan budaya Kota Karanganyar Tenteram

Minggu, 06 April 2014

RAPAT BULANAN ANGGOTA IPP PWKT BATAM MINGGU , 6 APRIL 2014

Agenda kumpulan bulanan anggota IPP PWKT Batam pada bulan april ini dilaksanakan tepatnya pada hari minggu , 6 April 2014 dilaksanakan dari Jam 17.00 - 20.00 W IB bertempat di Perum Buana Garden 2 Blok C No.10 Tanjung Piayu Batam bertempat di kediaman Sdr .Prihatin .



Agenda Pertemuan yang dilaksanakan sebulan sekali dari rumah anggota satu  kerumah anggota yang lainnya secara bergantian ini bermaksud selain silaturahmi ,agenda khusus pertemuan tetapi juga dimaksudkan agar setiap anggota IPP PWKT Batam saling mengetahui keberadaan dimana tempat tinggaln anggota lainnya dimaksudkan untuk lebih mudah dalam komunikasi dan koordinasi dalam ruang lingkup wilayah.


Agenda pertemuan ini dihadiri oleh kurang lebih 25 anggota IPP PWKT Batam.Agenda pertemuan rutin merupakan agenda pilar utama dari organisasi IPP PWKT Batam selain agenda futsal , agenda bulutangkis dan agenda kesenian .


Pada pertemuan ini mulai dibahas mengenai agenda tentang perberdayaan ekonomi bagi anggota IPP PWKT Batam dengan menggali peluang -peluang yang bisa dikembangkan dan bisa diberdayakan bagi anggota IPP PWKT Batam.Pada kesempatan tersebut juga disosialisasikan tentang perlunya pemberdayaan Ekonomi bagi anggota IPP PWKT Batam dengan perlunya kedepan Pembentukan Unit usaha dan Tabungan bagi anggota.Sebagai wujud dari Implementasi Visi dan Misi dari IPP PWKT Batam.Dalam hal Pemberdayaan Ekonomi bagi anggota perlu konsep  sistem  dan aturan yang perlu dipersiapkan.( maskun )

SUSUNAN ACARA RAPAT BULANAN ANGGOTA IPP PWKT BATAM MINGGU , 6 APRIL 2014 

Tempat :  Perum.Buana Garden 2 Blok C No.10 Tanjung Piayu. ( Rumah Sdr Prihatin )

   1. PEMBUKAAN ( MODERATOR : LESTARIYANTO )

2. SAMBUTAN TUAN RUMAH ( SDR. PRIHATIN )
3. SAMBUTAN KETUA PEMUDA IPP PWKT BATAM YANG DIWAKILI OLEH WAKIL KETUA IPP PWKT BATAM  ( MASKUN )
4. LAPORAN DAN EVALUASI PER SEKSI
5. SHOLAT MAGRIB

6. INTI  PEMBAHASAN

MASUKAN USUL,SARAN DAN KRITIKAN PROGRAM KEGIATAN
     
 7. KESIMPULAN  
       KEKURANGAN DANA TOURING DIPUTUSKAN AGENDA BERIKUTNYA.

       SOSIALISASI PEMBERDAYAAN EKONOMI ( TABUNGAN DAN UNIT USAHA )
     
       PERTEMUAN BERIKUTNYA TANGGAL 18 MEI 2014 RUMAH SDR.AGUNG IRAWAN

8. DOA

9. PENUTUP

Minggu, 30 Maret 2014

Politik Praktis dan IPP PWKT Batam


Politik sangat erat kaitannya dengan masalah kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan publik dan alokasi atau distribusi. Pemikiran mengenai politik di dunia barat banyak dipengaruhi oleh Filsuf Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles yang beranggapan bahwa politik sebagai suatu usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik. Usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik ini menyangkut bermacam macam kegiatan yang diantaranya terdiri dari proses penentuan tujuan dari sistem serta cara-cara melaksanakan tujuan itu.


Berikut ini adalah pengertian dan definisi politik menurut beberapa ahli:

# ROD HAGUE
Politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya


# ANDREW HEYWOOD
Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala komflik dan kerjasama


# CARL SCHMIDT
Politik adalah suatu dunia yang didalamnya orang-orang lebih membuat keputusan - keputusan daripada lembaga-lembaga abstrak.

# LITRE
Politik didefinisikan sebagai ilmu memerintah dan mengatur negara

# ROBERT
Definisi politik adalah seni memerintah dan mengatur masyarakat manusia

# IBNU AQIL
Politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rosulullah S.A.W
Banyak yang menempatkan politik pada posisi yang terpinggirkan dengan pemikiran bahwa politik (terapan) membentuk suatu batas, kekuasaan dan kebijakan atas orang-orang dalam area geografis tertentu yang akhirnya hanya menguntungkan sebagian kelompok saja. Sederhananya, politik merupakan jalan mengambil kesempatan orang lain untuk sejahtera atau berkuasa.
Politik tidak hanya dipahami sebagai sebuah kajian strategis yang praktis (misalnya sistem kepartaian atau politik praktis), melainkan sebuah ilmu.

Ada lima konsep pokok dalam ilmu politik, yaitu:
1. Negara (state); menurut Miriam Budiarjo Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan yang ditaati moleh rakyatnya. Menurut Thomas Aquinas: Negara merupakan lembaga sosial manusia yang paling tinggi dan luas yang berfungsi menjamin manusia memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya yang melampaui kemampuan lingkungan sosial lebih kecil seperti desa dan kota.

2. Kekuasaan (power); menurut Miriam Budiarjo kekuasan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku.

3. Pengambilan Keputusan (decision making); menurut Miriam Budiarjo keputusan adalah membuat pilihan diantara beberapa alternatif, sedangkan istilah pengambilan keputusan menunjukkan pada proses yang terjadi sampai keputusan itu tercapai. Pengambilan keputusan sebagai konsep pokok dari politik menyangkut keputusan-keputusan yang diambil secara kolektif dan yang mengikat seluruh masyarakat.

4. Kebijakan (policy); menurut Miriam Budiarjo kebijakan adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Pada prinsipnya pihak yang membuat kebijakan itu mempunyai kekuasaan untuk melaksanakannya.

5. Pembagian (distribution); yang dimaksud dengan pembagian adalah pembagian dan penjatahan niali-nilai dalam masyaraka
Organisasi IPP PWKT Batam bukan merupakan suatu organisasi yang berpolitik praktis ( mengikatkan diri dengan Organisasi Partai Politik tertentu ) dan Anggota  tidak diperkenankan dengan mengatasnamakan organisasi turut serta berpolitik praktis  sesuai amanat AD / ART IPP PWKT Batam dan Surat Pernyataan yang dibuat dan ditanda tangani waktu seseorang Calon anggota mendaftar menjadi Anggota IPP PWKT Batam yang sudah disetujui bersama anggota.

Organisasi IPP PWKT Batam dan Anggota dilarang mengatas namakan organisasi IPP PWKT Batam dan dilarang ikut serta dalam kegiatan politik praktis ( Politik Partai )  bukan tanpa maksud, tujuan utamanya adalah lebih pada tetap menjaga Persatuan dan kesatuan sesama anggota karena tidak semua anggota bisa sama dalam keikut sertaan dalam partai politik sehingga dalam Organisasi IPP PWKT Batam tidak tergate-gate dengan Partai Politik tertentu.Kebebasan berpolitik berserikat dan berkumpul dijamin oleh Undang-Undang dan untuk berpolitik praktis ( Berpolitik dalam Kepartaian )  dipersilahkan atas nama Individu tanpa harus melibatkan organisasi IPP PWKT Batam dan Mengatasnamakan Anggota IPP PWKT Batam . ( Maskun )

Kamis, 27 Maret 2014

Menuju SDM Pengurus dan Anggota Ikatan Pemuda Pemudi Karanganyar Batam yang berkwalitas

Batam , Journal IPP PWKT Batam
Dalam suatu organisasi tentunya ingin agar organisasi tersebut selain besar secara kwantitas atau besar jumlah anggotanya tentunya menginginkan memiliki anggota dan pengurus yang berkwalitas.Demikian halnya dengan Ikatan Pemuda Pemudi Karanganyar Batam saat ini terus berbenah untuk peningkatan dari sisi kwalitas anggota dan pengurusnya sebagai tujuan pencapaian yang telah di amanatkan dalam AD / ART organisasi IPP PWKT Batam.

Permasalahan hukum yang sering menimpa anggota baik secara pidana maupun secara perdata tentunya perlu penanganan dan solusi pemecahan masalah yang tepat.Permasalahan hukum yang sering melibatkan unsur dari luar organisasi tentunya dalam hal penanganan memerlukan orang yang berkemampuan untuk menyelesaikan hal -hal tersebut baik sebagai Mediator Permasalahan hukum , maupun sebagai pendamping bila terjadi permasalahan hukum.Kalau ditinjau dari latar belakang sebenarnya IPP PWKT Batam memiliki SDM beberapa orang yang memiliki latar belakang dalam Ilmu Hukum antara lain Yuni Purwanto ( Mahasiswa Semester 8 fakultas Hukum ) Maskun ( Mahasiswa Semester 8 Hukum ) , Bapak Suranto ( Penyidik Airud ) dan A,an ( Brimob ) dan masih banyak lagi SDM lain yang memiliki basic dalam penyelesaian permasalahan hukum.

Semakin lama dan dengan semakin dikenalnya organisasi IPP PWKT Batam tentunya akan banyak pengaduan anggota maupun non anggota yang berhubungan dengan organisasi yang berkaitan dengan permasalahan hukum.Kasus traffiking ,kasus menjadi korban tindak pidana pelecehan , korban tindakan kriminal lain dan kasus Perdata lainnya tentunya menjadikan pengurus IPP PWKT Batam selalu mencari solusi untuk penanganan kasus-kasus tersebut. Saat ini yang baru bisa dilakukan pengurus IPP PWKT Batam adalah berkoordinasi dengan Pengurus PWKT , Pengurus Punggowo Mudo ,Pengurus Punggowo  dan Instansi yang terkait dengan permasalahan tersebut.

Yang menjadi permasalahan baik di ,Punggowo Mudo dan IPP PWKT yang merupakan organisasi yang berkaitan organisasi ini belum memiliki suatu  bidang yang khusus memberikan pelayanan bantuan hukum bagi masyarakat dengan menampung berbagai masalah hukum yang menimpa anggota Termasuk membantu kalangan tidak mampu dalam menyelesaikan kasus-kasus terkait hukum.Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti Punggowo Mudo dan IPP PWKT Batam akan memiliki bidang khusus pembinaan dan Pelayanan Hukum atau LBH yang tentunya bisa memberikan manfaat bagi anggota organisasi dan masyarakat seperti yang telah diamanatkan dalam AD / ART Organisasi.( Maskun )