Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Kota Batam
Senin, 22 April 2013
Sabtu, 13 April 2013
PWKT dan IPP PWKT Kota Batam
Batam,Journal IPP PWKT
Keberadaan Komunitas Warga Karanganyar yang
berdomisili di kota batam dirintis dari penyatuan beberapa komunitas yang telah
terbentuk sebelumnya.Komunitas yang merger tersebut antara lain Paguyuban Intanpari,Paguyuban
Batik Solo dan beberapa komunitas yang ada yang terdiri dari Komunitas
kecil-kecil yang berbentuk Komunitas keluarga ,maupun Komunitas daerah dengan ruang lingkup yang kecil. Dengan
didasari pertimbangan dan keinginan bersama untuk menyatukan berbagai komunitas
yang ada dalam satu wadah Paguyuban yang bisa menaungi berbagai elemen-elemen
yang ada dari Warga Karanganyar yang berada di batam maka dari kesepakatan yang diparakarsai oleh beberapa tokoh pendiri PWKT tersebut
terlahirlah Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram yang kemudian disingkat PWKT
Kota Batam pada tanggal 15 Maret 2009 PWKT dideklarasikan dan Sekaligus
Pengukuhan Pengurus PWKT oleh Ki Lurah Punggowo Dr. HM. Soerya Respationo,
SH.MH.
Seiring berjalannya waktu PWKT sudah berkali –kali
melaksanakan kegiatan dan agenda yang besar seperti acara Halal bi Halal dan
Lain-lain.Pada setiap kegiatan yang di adakan oleh PWKT peran pemuda pemudinya
belum terakomodasi sumbang sihnya dalam berbagai event terkesan Pengurus yang bekerja
hanya dari pengurus PWKT yang rata-rata sudah berkeluarga dan sepuh dan
terlihat pemuda pemudinya masih sebagai penonton saja.Atas dasar keprihatinan
tersebut maka pada tanggal 30 september 2012 diadakanlah pertemuan pertama kali
untuk menggagas organisasi pemuda pemudi Karanganyar yang berdomisili di kota
batam .Kemudian pada pertemuan-pertemuan berikutnya tercapailah kesepakatan
terbentuknya komunitas Ikatan Pemudi Pemudi Paguyuban Karanganyar Tenteram yang
disingkat IPP PWKT Kota Batam.IPP PWKT Batam adalah Sub organisasi dibawah
naungan PWKT batam yang khusus berkecipung dalam urusan Pemuda Pemudi.
Berbeda dengan beberapa Paguyuban muda mudi daerah lain
yang secara struktur organisasinya terpisah-pisah atau dengan kata lain berdiri sendiri ,tidak dengan IPP PWKT batam yang merupakan
organisasi kepemudaan yang dibawah satu payung organisasi yang lebih besar yaitu PWKT.Secara Hirarkhi Ketua IPP PWKT Batam levelnya di bawah Ketua PWKT Hal ini sengaja dimaksudkan untuk Kaderisasi bagi
PWKT kedepannya dan agar selalu menjaga harmonisasi antara PWKT dan IPP PWKT dalam
satu kesatuan yang utuh yang satu dengan lainnya saling support ,sinergi di samping
itu untuk menjaga agar dalam satu daerah yang sama tidak terdapat multi
organisasi yang latar belakang dan tujuannya sama yang hanya beda nama
komunitasnya saja.Dengan sistem ini diharapkan tujuan bersama bisa dicapai dengan kebersamaan tanpa harus memandang organisasi yang akan dibesarkan Karena pada dasarnya sama IPP PWKT merupakan bagian dari PWKT sebagai induk organisasinya.Karena pendiri IPP PWKT Batam menyadari bahwa jika dalam satu daerah ada 2 atau lebih Komunitas yang ruang lingkupnya sama tetapi secara organisasi terpisah atau berdiri sendiri -sendiri tentunya akan timbul persaingan yang tidak sehat.
Minggu, 07 April 2013
Permainan Gobak Sodor
Permainan Gobak Sodor
Gobak sodor merupakan permainan tradisional masyarakat kita. Dikatakan gobak sodor karena permainan ini maju mundur melalui pintu-pintu. Dalam bahasa belanda istilah gobak sodor mungkin artinya sama dengan kata dalam bahasa inggris “Go Back through the Door”, sebagian menyebutkan galasin.
Gobak sodor merupakan permainan beregu yang terdiri atas dua regu. Masing- masing regu biasanya terjadi dari 4-5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis kebaris terakhir secara bolak-balik dan untuk meraih kemenangan keseluruh anggota regu harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik. Permainan gobak sodor adalah sejenis permainan tradisional yang beregu dimana pemain yang berjaga berusaha menyentuh pemain lawan dengan menggunakan tangannya, sehingga pemain lawan tidak bisa melewati garis hingga garis terahir.
Permainan gobak sodor ini biasanya menggunakan lapangan segi empat dengan ukuran 9 x 4m. Lapangan tersebut dibagi enam bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota regu yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota regu yang menjaga garis batas horizontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapat tugas untuk menghalangai lawan. Mereka yang berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota regu yang mendapat tugas untuk menjaga garis batas vertikal, maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak ditengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan. Selain itu diperlukan ketangkasan serta kekompakan dalam regunya mendapat kemenangan. Manfaat permainann gobak sodor (margusin) adalah:
1. Mengembangkan kecerdasan intelektual
1. Mengembangkan kecerdasan emosi dan antar personal
2. Mengembangkan logika
3. Mengembangkan kinestetik a
4. Keterampilan senantiasa terasah, terkondisi membuat permainan dari berbagai bahan yang telah tersedia disekitarnya.
5. Mengajarkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, keterampilan dan strategi, interaksi sosial, sportifitas dan kejujuran.
Berikut ini adalah gambar dari lapangan gobak sodor berikut dengan posisi para penjaga dan yang tidak berjaga.
Gambar 1. Gambar lapangan gobak sodor/ margusin dan posisi para pemain
Keterangan gambar
1. Bulatan yang berwarna biru adalah pemain yang tidak berjaga dan bulatan yang berwarna orange adalah pemain yang berjaga.
2. Lapangan akan dibagi menjadi beberapa bagian secara melintang dan secara membujur yang akan membelah daerah permainan menjadi 2 bagian jalur yang akan dilalui oleh sang “seledor” dan bisa bergerak dari ujung ke ujung.
3. Pemain yang berjaga akan mengisi baris-baris melintang di lapangan.
4. Lapisan terahir menentukan apakah lawan dapat keluar dari lapangan dan lapisan pertama menentukan apakah lawan dapat masuk ke lapangan.
5. Jumlah level atau garis melintang akan sama dengan jumlah pemain di satu tim biasanya 4-5 orang. Kalau makin banyak pemain maka lapangannya akan semakin besar.
6. Pemain yang tidak berjaga akan berusaha untuk masuk kedalam lapangan, lalu melewati semua level dan keluar dari ujung satunya lagi dan kemudian berusaha kembali untuk bisa melakukan goal.
7. Saat salah satu permainan lawan dapat melakukan goal itu, maka satu babak selesai dan yang tidak berjaga menang mendapatkan nilai dan kemudian permainan diulang lagi tanpa ada perubahan posisi berjaga.
8. Pemain yang tidak berjaga kalah bila ada salah satu anggotanya tersentuh oleh yang berjaga atau bila salah satu pemainnya keluar dari lapangan sebelah kiri atau kanan.
9. Bila pemain yang tidak berjaga terkurung dan tidak bisa lepas maka dia boleh menyerah dengan begitu timnya kalah.
Peraturan permainan gobak sodor yaitu:
1. Semua pemain tim penyerang akan dikira mati jika salah seorang dari mereka disentuh oleh pemain-pemain tim bertahan.
2. Pemain tim penyerang tidak boleh mundur kebelakang setelah melewati garis lapangan, ia dikira mati yang akan menyebabkan perubahan posisi di tim.
3. Pasukan penyerang dikira mati jika terdapat pemainnya keluar dari garis lapangan.
4. Pasukan penyerang dikira menang jika salah seorang dari pemainnya dapat melewati semua garis hingga kembali ke baris permulaan. Satu poin diberikan kepada tim ini dan permainan akan dijalankan kembali.
5. Mana-mana pasukan yang dapat mengumpulkan poin tertinggi akan dihitung memenangkan pertandingan tersebut.
Selasa, 02 April 2013
Rabu, 27 Maret 2013
Selasa, 26 Maret 2013
Manajemen POAC dalam Organisasi Kemasyarakatan /Perkumpulan
Secara umum, dunia manajemen menggunakan
prinsip POAC. atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh
organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka. Terdapat banyak definisi dari manajemen
menurut para ahli. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, aktualisasi, dan pengawasan kegiatan/ usaha secara sistematik dan
efektif oleh para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang
telah ditetapkan.Secara sederhana, Manajemen merupakan suatu proses
tindakan atau seni perencanaan, mengatur, pengarahan dan pengawasan yang
dinamis yang menggerakan organisasi mencapai tujuannya.Secara umum, ada
empat fungsi manajemen yang sering orang menyebutnya “POAC”, yaitu Planning,
Organizing, Actuating, dan Controlling. Dua fungsi yang pertama dikategorikan
sebagai kegiatan mental sedangkan dua berikutnya dikategorikan sebagai kegiatan
fisik. Suatu manajemen bisa dikatakan berhasil jika keempat fungsi di atas bisa
dijalankan dengan baik. Kelemahan pada salah satu fungsi manajemen akan
mempengaruhi manajemen secara keseluruhan dan mengakibatkan tidak tercapainya
proses yang efektif dan efisien
Planning
Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang
harus dipertimbangkan. Yaitu harusSMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas
maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana
harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan
anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan
sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap
ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai
dan dievaluasi.
Organizing
Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan
pengorganisasian. biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian
dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas,
tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi
suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Dengan
pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul,
ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu
membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Actuating
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik
kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka
dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia
yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja
organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah
disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian.
Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi
masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang
telah ditetapkan.
Controlling
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi,
misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk
supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang
memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini
dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap
perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut
dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai
dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.
Senin, 11 Maret 2013
Manajemen Kritik
Umpan balik dalam proses komunikasi personal dan organisasi bisa bermakna positif dan negatif. Positif karena umpan balik digunakan untuk memperbaiki proses dan pencapaian tujuan program berupa kinerja individu dan organisasi. Dari sisi negatif, umpan balik bisa berupa desas-desus yang tidak diketahui derajad kebenarannya. Misalnya penyampaian kritik tanpa didasarkan fakta. Asal bunyi. Dalam prosesnya apakah yang dikritik akan berespon sama? Belum tentu. Seperti juga respon terhadap jenis alunan suara musik; baik yang lembut maupun yang keras dari musik rock.
Tiap orang akan berespon berbeda. Ada yang berespon senang, ada yang tidak dan ada yang cuek saja atau netral. Begitu pula respon terhadap isi kritikan. Pasti responnya beragam. Ada yang senang, ada yang tenang-tenang saja, dan ada pula yang merasa terganggu hingga marah atau emosional. Ada yang marah karena isi kritikan dan ada yang dongkol karena cara penyampaiannya. Biasanya atasan atau pejabat paling tidak tahan dikritik. Padahal seharusnya mereka memberi teladan untuk siap dikritik. Sebaliknya ada yang senang karena ada orang yang peduli atau perhatian terhadap sesuatu walau dilakukan lewat kritik. Paham seperti ini menganggap setiap kritik sekalipun sangat pedas pasti ada hikmahnya. Karena itu menurut paham ini terima sajalah setiap kritik dengan kebesaran hati. Karena kalau balik dilawan akan kontra produktif. Sia-sia saja.
Hemat saya sekurang-kurangnya ada tiga paham tentang kritik. Ada paham yang menganggap setiap kritik selalu bernuansa negatif. Kritik dianggap mengganggu tataran kelembagaan yang sudah dianggap mapan. Karena itu harus dibalas dengan tindakan represif. Tidak ampun;harus digilas. Ini biasanya terjadi pada sistem kelembagaan yang otoriter atau sentralistik. Dan cenderung defensif. Lalu paham kedua memandang kritik adalah fenomena yang biasa-biasa saja. Karena itu juga harus dihadapi secara biasa juga. Dengan kata lain tidak harus ditanggapi dengan emosi yang berlebihan. Bahkan tidak salahnya ditunjukkan oleh wajah cerah. Paham ketiga justru kritik itu hendaknya dibudayakan. Dalam pengertian, kritik harus dikemas sedemikian rupa plus segala argumentasinya. Harus disertai dengan bukti-bukti faktual. Akan lebih baik lagi dengan memberi saran-saran jalan keluarnya. Paham ini dikemas dalam rangka pengembangan sumberdaya manusia yang kritis-konstruktif dan terbiasa dengan keterbukaan.
Dalam dunia kerja, misalnya di perusahaan, umpan balik termasuk kritik adalah adalah hal yang biasa. Apakah itu terjadi pada manajer terhadap karyawan, antarmanajer, dan antarkaryawan. Bisa dilakukan dalam bentuk pertemuan formal dan atau informal. Dalam konteks menjaga lingkungan kerja yang nyaman maka manajemen kritik harus diperhatikan. Jangan sampai kritik itu mengakibatkan pergeseran tajam antarkepentingan individu atau kelompok. Kalau tidak bisa dicegah maka akibat berikutnya adalah terganggunya hubungan kerja yang harmonis. Ujungnya adalah kinerja perusahaan bakal menurun.
Dalam manajemen kritik maka ada beberapa hal yang bisa diterapkan.Pertama, kritik hendaknya disampaikan dalam waktu dan ruang yang tepat. Jangan sampai kritik dilakukan di depan umum. Dan hindari pula mengeritik ketika yang dikritik sedang dalam kondisi mental yang sedang tidak fit. Kalau dilanggar, yang dikritik merasa dipermalukan yang bakal berujung pada dendam. Dengan demikian sang pengritik harus memiliki empati tinggi. Kemudian yang kedua, kritik atau komen ditujukan pada kegiatan atau perilaku spesifik yang dikritik. Dengan kata lain jangan berupa sindiran-sindiran yang kurang jelas apa maknanya. Apalagi kalau bersifat provokasi. Bisa runyam jadinya. Ketiga, kritik dapat diungkapkan sambil menghargai yang dikritik. Misalnya, “kalau saja anda hati-hati bekerja maka kerusakan produk tidak mungkin terjadi. Padahal saya tahu anda selalu peduli dengan mutu”. Bentuk yang keempat adalah setelah mengkritik manajer memberi penjelasan dimana letak kesalahan yang diperbuat karyawannya. Bahkan terjun langsung ikut membantu karyawan dalam proses pekerjaan bawahannya itu.
Jadi intinya, manajemen kritik merupakan bagian dari proses belajar bagaimana menjadi individu yang bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatannya. Mengkritik yang elegan dicerminkan adanya rasa sportivitas. Dilakukan secara tulus demi perbaikan semua pihak. Dan juga tanpa sifat-sifatcontrast effect pada seseorang. Dengan demikian kritik itu sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang elok.
Sumber : http://ronawajah.wordpress.com/2008/07/03/manajemen-kritik/
Langganan:
Postingan (Atom)













